Program Pengabdian kepada Masyarakat oleh dosen Program Studi Tadris Biologi merupakan wujud penerapan keilmuan dan tanggung jawab akademik dalam menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Kegiatan pengabdian dosen dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan melalui berbagai program edukasi, pelatihan, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis sains dan pendidikan biologi. Pengabdian ini tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas, kesadaran lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat. Melalui keterlibatan aktif dosen dalam pengabdian, Program Studi Tadris Biologi berkomitmen memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi dan masyarakat serta mendorong terciptanya dampak yang berkelanjutan.
Projek Bank Sampah di FITK
Projek Bank Sampah FITK Lestari memanfaatkan lorong di lantai 6 Gedung FITK sebagai lokasi bank sampah. Persiapan lokasi juga dilengkapi dengan pengadaan tempat sampah sebagai tempat pengepulan. Selain itu, poster berisi himbauan menabung sampah dibuat sebagai panduan bagi penjaga piket dan anggota bank sampah.
Projek Bank Sampah di Kampus PPG
Penempatan dan penyebaran tempat sampah khusus plastik merupakan sebuah upaya dalam mengurangi sampah plastik kampus PPG UIN Jakarta. Sampah plastik yang terkumpul di tempat sampah khusus plastik bank sampah dapat diambil dan diolah menjadi bahan daur ulang dengan lebih mudah dan efektif. Kegiatan ini dimulai dari mempersiapkan survei jumlah tempat sampah yang ada di kampus dan menyiapkan label yang akan ditempelkan di tempat sampah khusus plastik berwarna hijau. Label yang ditempel berisi informasi tentang jenis sampah plastik yang dapat dimasukkan ke dalam tempat sampah tersebut.
Kolaborasi Mahasiswa dan Tim Pengelola Jurnal Edusains
Edusains adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel dalam bidang Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Pendidikan Biologi, Pendidikan Fisika, dan Pendidikan Kimia. Jurnal ini diterbitkan oleh Center for Science Education (CSE) yang berada di bawah naungan FITK UIN Jakarta. Kegiatan KKN ini berlangsung dari bulan Juli hingga November 2025. Melalui pendekatan partisipatif, kolaboratif, dan berbasis penguatan tata kelola jurnal ilmiah, mahasiswa juga terlibat sebagai mitra aktif dalam meningkatkan kualitas pengelolaan jurnal. Kolaborasi antara editor, reviewer, dan para penulis, jurnal edusains memberikan kontribusi nyata dalam mendukung terciptanya penelitian yang berkualitas, terstruktur, dan sesuai standar ilmiah.
Kegiatan Pelatihan Pembelajaran Koding dan Artifisial untuk Guru
Artificial Inteligence Center Indonesia (AiCI) bekerja sama dengan banyak pihak luar yang menjadikannya sebagai start-up yang aktif dalam berbagai pelaksanaan kegiatan seperti lomba dan pelatihan-pelatihan untuk guru. Salah satu bentuk kerjasamanya yaitu AiCI berperan sebagai LDP dan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memberikan pelatihan guru tersebut. Acara tersebut berlangsung selama 5 hari dari tanggal 7 Juli 2025 hingga 11 Juli 2025 di Gedung Lab Multidisiplin FMIPA UI.
Kegiatan Lesson Study Moda Hibrida tentang Pendidikan Lingkungan
Program Environmental Education Hybrid Lesson Study in Indonesia Remote Island merupakan kegiatan pengabdian dan pengembangan pendidikan lingkungan yang dilaksanakan di wilayah Kepulauan Sunda Kecil, khususnya Kabupaten Tabanan (Bali), Manggarai Barat (Flores), dan Kota Kupang (Timor). Program ini dirancang untuk menjawab permasalahan lingkungan lokal seperti pengelolaan sampah, pencemaran air, dan keberlanjutan ekosistem melalui penguatan kapasitas guru dengan pendekatan lesson study moda hibrida yang mengintegrasikan pembelajaran tatap muka dan daring. Kegiatan lesson study ini berlangsung dari bulan Oktober 2024 hingga April 2025. Kegiatan meliputi pengembangan kurikulum pendidikan lingkungan, penyusunan buku digital berbasis konteks lokal, pelatihan guru nasional dan internasional, serta implementasi pembelajaran kolaboratif yang diamati dan direfleksikan bersama. Hasil program menunjukkan peningkatan kompetensi dan kepercayaan diri guru, penguatan kolaborasi lintas daerah, serta kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya indikator pendidikan berkualitas dan gaya hidup berkelanjutan
Kegiatan Pengabdian di Desa Hanjeli dan Pondok Pesantren Darul 'Amal
Kegiatan yang bernama Penguatan Nilai, Ilmu, dan Keterampilan pada Masyarakat Desa dan Pesantren Menuju Kemandirian berlangsung selama 2 hari pada tanggal 26-27 Juni 2025, berlokasi di Desa Hanjeli dan Pondok Pesantren Darul 'Amal. Implementasi hasil-hasil kajian akademik dan inovasi pembelajaran ke dalam kegiatan nyata aplikatif diharapkan dapat mendorong kemandirian dan pemberdayaan komunitas santri, guru, dan masyarakat setempat. Melalui kolaborasi lintas prodi dan keterlibatan aktif dosen serta mahasiswa, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model praktik baik (best practice) dalam pelaksanaan PkM di lingkungan FITK sekaligus dapat mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui pendekatan edukatif, solutif, dan transformatif sebagai bagian dari pendidikan karakter dan penguatan profil pelajar Pancasila.
Kegiatan Pengabdian di SDN 3 Pangandaran
Pelaksanaan sosialisasi pengelolaan sampah organik kepada siswa kelas 6 SD dengan metode Takakura dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2025, bertempat di SDN 3 Pangandaran. Pada tahap awal, siswa diperkenalkan pada konsep dasar pengelolaan sampah organik melalui pendekatan interaktif. Materi sosialisasi menekankan pentingnya menjaga ekosistem konservasi melalui pengurangan sampah rumah tangga, khususnya sampah organik, serta pengenalan metode Takakura sebagai solusi pengelolaan sampah yang sederhana dan ramah lingkungan. Agenda sosialisasi Bank sampah disampaikan oleh Bank Sampah Induk SAHATE yang merupakan unit usaha yang memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menukarkan sampah menjadi uang. Selain peningkatan kognitif, kegiatan ini juga sukses membangkitkan ketertarikan siswa untuk memisahkan sampah, membuat kompos, dan menabung di bank sampah, menunjukkan keberhasilan program dalam mentransfer informasi dan mendorong perubahan perilaku positif serta kesadaran lingkungan.
PKM - Riset Kolaboratif
E-Book Web Inkuiri Virtual Sains
Web Inkuiri Virtual Sains (WIVS) merupakan inovasi pembelajaran sains berbasis digital yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan inkuiri, berpikir kritis, dan literasi digital mahasiswa. Model pembelajaran ini mengintegrasikan tahapan inkuiri ilmiah—mulai dari observasi, perumusan masalah, pengumpulan dan analisis data, hingga penarikan kesimpulan—dalam sebuah platform web yang interaktif dan mudah diakses. WIVS dikembangkan sebagai respons terhadap kebutuhan pembelajaran sains di era digital, sekaligus mendukung kurikulum dan penguatan kompetensi abad ke-21. Implementasi WIVS terbukti membantu mahasiswa memahami konsep sains secara lebih mendalam, meningkatkan keterampilan digital, serta menumbuhkan sikap ilmiah dan etis dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran.
Dosen:
E-Book VR untuk Edukator Sains: Mendesain Pembelajaran Bermakna dengan Pendekatan TPACK & SAMR
Virtual Reality (VR) telah membuka era baru dalam pendidikan sains, mentransformasi metode belajar konvensional menjadi sebuah pengalaman yang imersif dan interaktif. Teknologi ini memungkinkan pembelajar untuk terjun langsung ke dalam dunia tiga dimensi, di mana konsep-konsep abstrak dalam fisika, biologi, dan kimia menjadi nyata dan dapat dieksplorasi. Pembelajar dapat memanipulasi struktur molekul, berjalan di dalam sel manusia, atau menguji hukum Newton dalam sebuah laboratorium virtual. Salah satu keunggulan utamanya adalah kemampuan untuk menyimulasikan eksperimen yang berisiko tinggi atau mahal, seperti reaksi kimia berbahaya atau pembedahan, sehingga proses belajar menjadi lebih aman dan efisien. Selain itu, VR mendukung pembelajaran yang dipersonalisasi, memungkinkan pembelajar untuk mengulang materi sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Adopsi VR dalam pendidikan masih menghadapi berbagai tantangan signifikan. Hambatan utama meliputi biaya perangkat dan pengembangan konten yang tinggi, kurangnya pelatihan bagi guru untuk mengintegrasikan teknologi ini secara pedagogis, serta isu teknis seperti motion sickness yang dapat mengganggu kenyamanan siswa. Namun, berbagai solusi strategis dapat diimplementasikan untuk mengatasi kendala ini. Kolaborasi antara sekolah dan industri teknologi, pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan, serta perancangan konten yang lebih ergonomis menjadi kunci. Dengan mengintegrasikan VR secara bertahap, misalnya melalui model blended learning, teknologi ini dapat menjadi investasi jangka panjang yang efektif untuk membangun generasi yang melek teknologi dan mampu berpikir kritis dalam sains.
Dosen:

